Madrid Terkapar Di Santiago Bernabeu

Real Madrid vs Celta de Vigo

Celta de Vigo mampu mengejutkan semua kalangan sepakbola. Pasalnya, pasukan Biru Langit mampu mengalahkan tim raksasa sekelas Real Madrid. Terlebih, di markas kebanggaan mereka sendiri, Estadio Santiago Bernabeu. El Real harus kembali menelan kekalahan kala berhadapan dengan Los Celestes dalam laga leg pertama babak perempat final Copa del Rey dengan skor 1-2.

Real Madrid vs Celta de Vigo

Real Madrid takluk di tangan Celta de Vigo dalam leg pertama babak perempat final Copa del Rey

Tentu, kekalahan tersebut menambah derita pasukan Los Merengues yang pada akhir pekan lalu harus mengakhiri laga melawan Sevilla dengan kekalahan 2-1. Sekaligus memutus catatan istimewa 40 laga tanpa menelan pil pahit. Namun, setidaknya rekor tersebut melewati raihan Barcelona yang hanya mencatatkan 39 pertandingan tak terkalahkan.

Sementara itu kubu tamu, hasil tersebut menjadi modal yang sangat berharga untuk melakoni partai leg kedua yang akan dihelat di kandang mereka, Stadion Balaidos pada tanggal 26 Januari 2017 mendatang. Tak hanya itu, kemenangan tersebut juga meneruskan tren positif pasukan Eduardo Berizzo yang sejauh ini telah menorehkan lima kemenangan secara beruntun di semua ajang.

Sejatinya, Los Blancos yang bermain di depan para pendukungnya sendiri memulai laga dengan intensitas tinggi. Sejumlah peluang mampu mereka ciptakan. Tetapi, Celta mampu keluar dari tekanan dan membuat keadaan menjadi terbalik.

Salah satu peluang yang nyaris saja berbuah gol ketika di menit ke 23, Iago Aspas menerima umpan silang dari Martin Luque, melalui tandukannya mampu mengarahkan bola ke arah gawang. Namun, Kiko Casilla masih dapat mengantisipasi datangnya bola dengan baik.

Meskipun demikian, kubu tuan rumah masih unggul dari jumlah peluang yang tercipta, utamanya melalui sepakan keras dari sang megabintang Cristiano Ronaldo. Akan tapi, tendangannya masih membentur para pemain belakang lawan, meskipun terlihat kiper lawan sudah salah langkah. Skor 0-0 menutup jalannya pertandingan di paruh pertama.

Memasuki babak kedua, El Real tetap berinisiatif untuk mengembur lini belakang Celta. Sayangnya, lini pertahanan mereka terlampau terbuka lebar. Sehingga mampu dimanfaatkan dengan cerdik oleh Aspas untuk membawa timnya unggul terlebih dahulu di menit ke 64. Berawal dari blunder Marcelo, mantan punggawa Liverpool tersebut sukses membuahkan menjadi gol.

Tertinggal 0-1, Madrid langsung bereaksi dengan cepat. Hasilnya, hanya berselang empat menit saja, Marcelo mampu membayar kesalahannya tersebut dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Dahsyatnya, skor tersebut berubah kembali menjadi 1-2 yang hanya beberapa detik saja. Jonathan Castro membawa timnya kembali unggul setelah memaksimalkan umpan datar dari Aspas.

Hingga peluit panjang dibunyikan tanda akhir pertandingan, Real Madrid tak mampu menyamakan kedudukan dan harus takluk di depan para fans yang datang memenuhi stadion. Skor akhir 1-2 untuk keunggulan Celta de Vigo.

Casemiro Mulai Khawatir Akan Kondisi Real Madrid

Secara mengejutkan, Real Madrid harus kembali menelan kekalahan kala berhadapan dengan Celta Vigo dalam laga leg pertama ajang CDR pada Kamis dinihari tadi. Hal tersebut membuat gelandang bertahan El Real, Casemiro mulai mengkhawatirkan timnya. Lantaran, kekalahan tersebut menjadi dua kali beruntun.

Casemiro

Casemiro merasa khawatir akan situasi Real Madrid saat in

“Tentu saja, kekalahan ini membuat kondisi kami menjadi mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, kami harus kembali menelan kekalahan. Kami sejatinya telah menunjukkan permainan hebat. Namun, inilah sepakbola,” ungkap pemain asal Brasil.

Zidane: Saat Ini Kami Berada Dalam Situasi Buruk

Senada dengan tanggapan anak asuhnya, Casemiro terkait kekalahan melawan Celta, sang pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengatakan bahwa timnya tengah berada dalam momen yang tidak diuntungkan.

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane ungkap bahwa situasi Real Madrid saat ini tengah buruk

“Saat ini, kami tengah berada dalam momen yang cukup buruk. Padahal, pada beberapa waktu lalu kami tampil sangat brilian dengan terbukti mampu mencatatkan 40 laga tanpa kekalahan. Tapi, saya akan dengan segera menemukan solusi yang terbaik untuk mengembalikkan performa tim,” ungkap manajer berkebangsaan Prancis.

Madrid Lewati Rekor Barcelona

Real Madrid

Hasil imbang yang didapatkan Real Madrid kala bertandang ke Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, markas Sevilla menjadikan El Real mencatatkan rekor 40 pertandingan tak terkalahkan. Ini menjadi rekor terpanjang untuk klub Spanyol yang melakoni pertandingan sebanyak 40 laga tanpa menelan kekalahan. Sekaligus juga mengalahkan rival abadi mereka, Barcelona yang pada musim lalu menorehkan 39 laga tanpa pil pahit.

Real Madrid

Real Madrid catatkan rekor 40 laga tak terkalahkan dibawah asuhan Zidane

Sejatinya, Sevilla mampu memenangkan pertandingan dan memberikan senyuman manis ke seluruh para pendukungnya yang datang memenuhi stadion. Lantaran, hingga 90 menit jalannya pertandingan, tuan rumah masih unggul 3-2. Namun, memasuki tambahan waktu, Karim Benzema mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Sehingga, gol di penghujung waktu laga tersebut membuat pasukan Los Merengues terhindar dari kekalahan. Sekaligus membukukan 40 laga tak terkalahkan.

Tim asuhan Zinedine Zidane terakhir kalinya menelan pil pahit kala bertandang ke Volkswagen, markas Wolfsburg dengan skor 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions. Beruntung, pada leg kedua yang dimainkan di Estadio Santiago Bernabeu, El Real mampu mengembalikkan agregat dan lolos ke babak semifinal. Hingga pada akhirnya keluar sebagai sang juara setelah mengalahkan rival sekota, Atletico Madrid.

Sejak itu, Real Madrid tak pernah lagi merasakan kekalahan. Mereka melalui 40 laga dengan catatan 30 kemenangan dan meraih 10 hasil imbang. Catatan ini memecahkan rekor laga tak terkalahkan untuk sebuah klub Spanyol yang ditorehkan oleh rival mereka, Barcelona dengan catatan 39 laga di sepanjang musim 2015/2016.

Blaugrana tak pernah kalah sejak bulan Oktober 2015 dan berakhir di bulan Maret 2016. Barca menorehkan 32 pertandingan dengan kemenangan dan tujuh laga berakhir dengan hasil imbang. Rekor itu pun terputus oleh Real Madrid dalam laga bertajuk El Clasico yang berakhir dengan kedudukan 2-1. Namun, tim asuhan Luis Enrique tetap keluar sebagai sang jaura La Liga dan Copa del Rey.

Madrid Lolos Ke Babak Perempat Final CDR

Real Madrid berhasil meraih tiket ke babak delapan besar Copa del Rey, setelah hanya bermain imbang 3-3 saat melawan Sevilla Sanchez Pizjuan. Hasil imbang tersebut sudah cukup mengantarkan El Real untuk melangkah ke fase selanjutnya. Pasalnya, pada laga leg pertama CDR yang dimainkan di depan para pendukungnya sendiri, Los Blancos meraih kemenangan dengan skor yang cukup telak, 3-0.

Real Madrid

Real Madrid dipastikan lolos ke babak perempat final Copa del Rey

Laga pada hari Jumat dinihari tadi, berjalan cukup ketat. Kedua tim saling bermain imprensif. Hingga akhirnya, tuan rumah mampu unggul 3-1 hingga pertandingan memasuki menit ke 77. Tentu untuk lolos ke fase selanjutnya, tim asuhan Jorge Sampaoli harus bisa mencetak satu gol.

Namun, El Real menunjukkan bahwa mereka memiliki mental sang juara. Terbukti, sang kapten, Sergio Ramos mampu memperkecilkan ketertinggalan menjadi 3-2 melalui titik penalti, setelah Casemiro dilanggar oleh bek bertahan Sevilla di area kotak terlarang.

Hingga laga memasuki masa injury time, Benzema berhasil menyamakan skor melalui tendangan kerasnya di dalam kotak penalti. Setelah striker asal Prancis tersebut melabui beberapa pemain lini belakang Sevillistas. Skor 3-3 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan dan Real Madrid lolos ke fase berikutnya dengan agregat 6-3.

Zidane: Rekor Istimewa Untuk Kita Semua

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menyatakan bahwa rekor 40 laga tanpa menelan kekalahan ini adalah menjadi catatan istimewa untuk semua. “Rekor ini sangatlah istimewa untuk kita semua, baik bagi para pemain, staff dan tentu para pendukung yang selalu setia mendukung tim,”

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane senang dengan rekor 40 laga tanpa menelan kekalahan

“Mari kita tidak terlalu jemawa akan catatan ini dan tetap fokus di setiap pertandingannya, karena perjalanan masih panjang. Rekor ini akan terasa lebih istimewa apabila di akhir musim nanti kita mampu meraih gelar juara,” ungkap pelatih asal Prancis.